Tadabbur Surah Al Mujadilah – Mishari Rasyid Al-Afasy

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat. Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya. Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu. Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

1. Wahai Muhammad, Allah mendengar perkataan perempuan yang mendebat kamu dalam perkara perempuan itu dengan suaminya. Perempuan itu mengadu kepada Allah. Allah mendengar pembicaraan kamu berdua. Sungguh Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
2. Wahai para suami mukmin, jika sebagian kalian menzhihar, yaitu mengatakan kepada istrinya “Engkau sama dengan ibuku”, perkataan itu adalah dusta. Istri itu bukanlah ibunya. Sebenarnya ibu laki-laki itu adalah perempuan yang telah melahirkannya. Sungguh perkataan yang diucapkan oleh laki-laki itu sangat tercela dan dusta. Sungguh Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
3. Para suami yang menzhihar istrinya kemudian mencabut ucapannya, maka suami itu wajib membebaskan seorang budak sebelum suami istri itu bersebadan. Demikian itulah nasehat yang diberikan oleh Allah kepada kalian. Allah Maha Mengetahui apa saja yang kalian lakukan.
4. Apabila suami itu tidak mendapatkan budak, maka ia wajib berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum bersebadan dengan istrinya. Apabila ia tidak sanggup, maka ia wajib memberi makan 60 orang miskin. Ketetapan ini untuk memelihara keimanan kalian kepada Allah dan Rasul-Nya. Begitulah ketetapan Allah. Bagi orang-orang yang mengingkari hukum zhihar ini akan memperoleh adzab yang pedih di akhirat.
5. Orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti akan dihinakan oleh Allah, sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani sebelum mereka. Kami telah menurunkan beberapa mukjizat yang jelas. Orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya akan mendapatkan adzab yang menghinakan dirinya di akhirat.
6. Pada hari kiamat, Allah menghidupkan kembali semua orang yang telah mati. Allah jelaskan kepada mereka apa yang telah mereka lakukan di dunia dahulu. Allah mencatat amal mereka, sekalipun manusia telah melupakan perbuatannya itu. Allah Maha Menyaksikan apa saja yang dilakukan manusia di dunia.
7. Wahai Muhammad, apakah engkau tidak memperhatikan bahwa Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiga orang yang mengadakan pembicaraan rahasia, pasti Allah menjadi yang keempatnya. Lima orang yang mengadakan pembicaraan rahasia, pasti Allah menjadi yang keenamnya. Kalau jumlah orang yang mengadakan pembicaraan rahasia kurang atau lebih dari itu, pasti Allah selalu bersama mereka di mana pun mereka berada. Pada hari kiamat kelak, Allah akan menerangkan kepada mereka apa saja yang mereka bicarakan. Sungguh Allah Maha Mengetahui semua pembicaraan rahasia manusia.
8. Wahai Muhammad, apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, tetapi mereka tetap melakukan perbuatan yang dilarang itu? Mereka berbicara rahasia untuk menggunjing, membicarakan permusuhan dan durhaka kepada Rasul Allah. Wahai Muhammad, bila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka menyampaikan salam dengan ucapan yang tidak diajarkan Allah untuk menghormati kamu. Orang-orang munafik berkata dalam hati mereka: “Mengapa Allah tidak mengadzab kami karena ucapan salam kami kepada Rasul-Nya itu?” Cukuplah Jahanam bagi mereka. Orang-orang munafik akan memasukinya. Neraka Jahanam menjadi tempat tinggal yang sangat buruk bagi mereka.
9. Wahai orang-orang beriman, jika kalian berbicara secara rahasia, janganlah kalian menggunjing, membicarakan permusuhan, dan durhaka kepada Rasul Allah. Tetapi berbicaralah yang berisi ajakan berbuat baik dan menjauhi dosa. Taatlah kepada Allah. Pada hari kiamat kelak, kalian semua akan dikumpulkan di hadapan Allah.
10. Berbicara secara rahasia untuk menggunjing itu hanyalah dari dorongan setan, untuk menjadikan hati orang-orang yang beriman sedih. Padahal berbicara secara rahasia untuk menggunjing tidak akan merugikan orang-orang beriman sedikit pun, kecuali dengan kehendak Allah. Orang-orang mukmin hendaklah bertawakal kepada Allah semata.
11. Wahai orang-orang beriman, apabila kalian diminta untuk melonggarkan tempat-tempat duduk kalian dalam pertemuan, maka longgarkanlah. Sebab Allah akan menjadikan kalian merasa lapang dalam pertemuan itu. Apabila kalian diminta untuk berdiri guna memberi kelonggaran kepada orang lain,” maka berdirilah. Sebab Allah akan melebihkan orang-orang mukmin dan orang-orang yang diberi ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah mengetahui semua perbuatan kalian.
12. Wahai orang-orang beriman, apabila kalian akan berbicara secara khusus dengan Rasul, sebelum kalian bicara hendaklah kalian mengeluarkan sedekah terlebih dahulu. Demikian itu lebih baik bagi kalian dan lebih membersihkan hati kalian. Jika kalian tidak mempunyai sesuatu untuk bersedekah, tidak berdosa. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
13. Wahai orang-orang beriman, apakah kalian keberatan mengeluarkan sedekah sebelum kalian berbicara secara khusus dengan Rasul karena takut miskin? Bila kalian tidak melaksanakan perintah ini, sedangkan Allah menjamin untuk mengampuni kalian, sebagai gantinya peliharalah shalat wajib yang lima, keluarkanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah mengetahui apa saja yang kalian lakukan.
14. Wahai Muhammad, apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman, padahal Allah murka kepada mereka? Orang-orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman, bukanlah termasuk golongan kalian dan juga bukan termasuk golongan mereka. Orang-orang semacam itu bersumpah dengan penuh kebohongan dan mereka menyadari kebohongan itu.
15. Allah menyiapkan adzab akhirat yang sangat pedih bagi mereka. Sungguh sangat buruk apa yang mereka lakukan itu.
16. Orang-orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman, telah menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai sarana menipu dan menghalangi orang-orang mukmin dari jalan Allah. Kelak pada hari kiamat, mereka akan memperoleh adzab yang menghinakan.
17. Harta dan anak-anak kaum munafik tidak berguna sedikit pun untuk menyelamatkan mereka dari adzab Allah di akhirat kelak. Orang-orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman adalah penghuni neraka. Mereka akan kekal di dalamnya.
18. Pada hari kiamat, Allah menghidupkan kembali kaum munafik. Pada hari kiamat, kaum munafik bersumpah di hadapan Allah sebagaimana mereka di dunia bersumpah di hadapan kalian. Kaum munafik mengira bahwa sumpah mereka bermanfaat bagi mereka di hadapan Allah. Wahai orang-orang mukmin, ketahuilah bahwa orang-orang munafik yang berteman dengan kaum Yahudi dan Nasrani adalah pendusta.
19. Setan telah memalingkan kaum munafik dan menjadikan mereka lupa untuk mengingat Allah. Orang-orang munafik yang berteman dengan kaum Yahudi dan Nasrani adalah golongan setan. Ketahuilah, sungguh golongan setan itu akan selalu rugi.
20. Sungguh orang-orang yang menentang agama Allah dan Rasul-Nya, kelak mereka itu akan hidup hina di akhirat.
21. Allah telah menetapkan: “Aku dan para rasul-Ku pasti menang.” Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa menghancurkan musuh-musuh-Nya.
22. Wahai Muhammad, engkau tidak akan menemukan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat mencintai orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Sekalipun orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya itu adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau keluarga besar mereka. Orang-orang yang tidak mau berteman dengan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya adalah orang-orang yang hatinya telah Allah ikat dengan iman. Allah kuatkan mereka dengan ruh dari sisi-Nya. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Surga itu di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Mereka itu adalah kekasih Allah. Wahai Muhammad, ketahuilah bahwa kekasih Allah itu pasti menang.

source

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close