Surah Al-Kahfi (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia. Terdapat beberapa hadits Rasulullah SAW yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur’an yang membelah isi Al-Qur’an menjadi dua bagian.

Keutamaan Membaca Surah Al-Kahfi

Betapa banyak orang lalai dari amalan yang satu ini ketika malam Jum’at atau hari Jum’at, yaitu membaca surat Al Kahfi. Atau mungkin sebagian orang belum mengetahui amalan ini. Padahal membaca surat Al Kahfi adalah suatu yang dianjurkan (mustahab) di hari Jum’at karena pahala yang begitu besar sebagaimana berita yang dikabarkan oleh orang yang benar dan membawa ajaran yang benar yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits-hadits yang membicarakan hal ini kami bawakan sebagian pada posting yang singkat ini. Semoga bermanfaat.

Hadits pertama:

‎مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6471)

Hadits kedua:

‎مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Inilah salah satu amalan di hari Jum’at dan keutamaan yang sangat besar di dalamnya. Akankah kita melewatkan begitu saja [?]

Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan untuk beramal sholeh sesuai tuntunan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

1. Segala ungkapan puji dan syukur hanyalah berhak ditujukan kepada Allah, Tuhan yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada Muhammad, hamba-Nya. Dalam Al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang salah.
2. Al-Qur’an menjadi petunjuk yang benar, agar digunakan oleh Muhammad untuk menyampaikan ancaman siksa yang pedih dari Allah dan menyampaikan kabar pahala surga kepada orang-orang beriman dan beramal shalih. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapatkan pahala yang baik,
3. yaitu tinggal dalam surga untuk selama-lamanya.
4. Agar Rasul dapat menggunakan Al-Qur’an ini untuk menyampaikan ancaman kepada orang-orang musyrik yang berkata: “Allah mempunyai anak.”
5. Padahal mereka itu sama sekali tidak tahu sedikit pun tentang keesaan Allah. Nenek moyang mereka dahulu juga berkata seperti itu. Sungguh amat buruk perkataan mereka, bahwa Allah mempunyai anak. Mereka itu hanyalah berkata dusta belaka.
6. Wahai Muhammad, boleh jadi kamu merasa sangat sedih dengan adanya penolakan mereka atas dakwahmu, karena mereka tidak beriman kepada Al-Qur’an ini.
7. Sungguh segala yang ada di muka bumi ini Kami jadikan hiasan bagi bumi. Dengan kesenangan dunia ini Kami menguji manusia, siapa di antara mereka yang paling taat kepada Allah.
8. Sungguh permukaan bumi ini kelak akan Kami jadikan padang pasir gersang tanpa tumbuh-tumbuhan.
9. Wahai Muhammad, apakah kamu mengira bahwa penghuni gua Kahfi dan batu bertulis itu merupakan salah satu keajaiban Kami?
10. Ingatlah ketika beberapa orang pemuda berlindung di gua itu, lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami, tetapkanlah hati kami dalam Islam dan berikanlah jalan keluar kepada kami dalam menyelesaikan urusan kami.”
11. Kami tutup telinga mereka supaya dapat tidur nyenyak dalam gua itu beberapa tahun lamanya.
12. Kemudian Kami bangunkan mereka untuk menguji mereka yang berselisih, mana di antara mereka yang lebih mengetahui berapa lama mereka tinggal di dalam gua itu.
13. Wahai Muhammad, Kami menceritakan kepadamu kisah pemuda gua Kahfi dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah sekelompok pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kekuatan iman kepada mereka.
14. Kami teguhkan hati mereka ketika berkata di hadapan penguasa yang zhalim. Mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan penguasa langit dan bumi. Kami tidak akan menyembah tuhan-tuhan selain Allah. Karena kalau kami mengatakan bahwa ada Tuhan selain Allah, berarti kami berkata dusta.
15. Kaum kami telah mengadakan tuhan-tuhan selain Allah. Alangkah baiknya kalau mereka dapat memberikan bukti-bukti yang kuat adanya tuhan-tuhan selain Allah. Oleh karena itu, siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengadakan tuhan-tuhan selain Allah atas nama agama?”
16. Wahai pemuda Kahfi, ingatlah ketika kalian meninggalkan kaum kalian dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah, lalu kalian berlindung ke gua Kahfi. Tuhan melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian dan memudahkan kalian menghadapi rintangan keimanan.
17. Wahai Muhammad, jika kamu melihat posisi gua itu, ketika pagi hari sinar matahari jatuh di sebelah kanan gua, dan ketika matahari condong ke barat, sinar matahari jatuh di sebelah kiri gua. Para pemuda berada di tengah-tengahnya. Demikian itulah salah satu tanda kekuasaan Allah. Siapa saja yang Allah beri hidayah, maka ia akan menemukan Islam. Akan tetapi, siapa saja yang karena dosa-dosanya lalu Allah sesatkan, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pun yang dapat memberinya hidayah Islam.
18. Kamu menyangka bahwa para pemuda Kahfi itu tidak tidur, padahal mereka tidur. Dalam tidur mereka, Kami jadikan mereka kadang miring ke kanan dan kadang miring ke kiri, sedangkan anjing mereka siaga dengan dua kaki depannya menjulur ke depan menghadap pintu gua. Kalau kamu melihat keadaan para pemuda Kahfi dan anjingnya itu, pasti kamu akan lari dari mereka karena takut.
19. Sebagaimana mereka telah Kami tidurkan, maka mereka pun Kami bangunkan dalam keadaan sehat. Setelah itu mereka saling bertanya satu dengan yang lain. Seorang di antara mereka bertanya: “Berapa lama kalian tinggal di gua ini?” Yang lain menjawab: “Kita tinggal di sini sehari atau kurang dari sehari.” Yang lain lagi berkata: “Tuhan kalian lebih mengetahui berapa lama kalian tinggal di sini. Cobalah kalian utus salah seorang di antara kalian dengan membawa uang kita ini pergi ke kota untuk membeli makanan yang terbaik yang dijual di tempat itu, dan kembali membawa makanan untuk kita. Hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan tidak menceritakan keadaan kalian kepada siapa pun.
20. Sesungguhnya jika para penguasa kafir menemukan kalian, pasti akan merajam kalian atau mengembalikan kalian kepada agama orang-orang kafir itu. Kalau sampai terjadi begitu, kalian tidak akan beruntung untuk selama-lamanya.”
21. Begitulah Kami tampilkan pemuda gua Kahfi itu kepada kaum mereka masa itu, supaya mereka menyadari bahwa janji Allah itu benar. Sungguh kiamat itu pasti terjadi, tidak diragukan lagi. Ketika penduduk negeri para pemuda Kahfi saling membantah tentang kisah kelompok pemuda itu, penduduk negeri itu ada yang berkata: “Dirikanlah tugu peringatan untuk mereka. Tuhan kalian lebih tahu tentang keadaan para pemuda Kahfi itu.” Para penduduk yang merasa yakin tentang para pemuda Kahfi berkata: “Kami akan mendirikan masjid di atas gua tempat para pemuda Kahfi bersembunyi.”
22. Para penduduk berkata: “Pemuda Kahfi itu tiga orang, yang keempat adalah anjing mereka.” Yang lain berkata: “Pemuda Kahfi itu lima orang, yang keenam adalah anjing mereka.” Jumlah yang mereka perkirakan itu semua salah. Dan ada juga yang berkata: “Pemuda Kahfi itu tujuh orang, yang kedelapan adalah anjing mereka.” Wahai Muhammad, katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka. Apa yang diketahui para penduduk itu hanyalah sedikit sekali.” Wahai Muhammad, karena itu janganlah kamu berdebat dengan orang-orang Yahudi tentang kisah pemuda Kahfi itu, kecuali sekadar menyinggung sedikit saja. Wahai Muhammad, janganlah kamu menanyakan kepada seorang pun dari golongan Yahudi dan Nasrani tentang kisah pemuda Kahfi.
23. Wahai Muhammad, janganlah kamu mengatakan: “Sungguh besok aku akan melakukan sesuatu,”
24. tetapi yang boleh kamu katakan adalah “Insya Allah besok aku akan melakukan sesuatu.” Jika kamu lupa akan sesuatu, hendaklah kamu mengingat Tuhanmu, dan berdo’alah: “Semoga Tuhanku memberikan petunjuk kepadaku untuk mendapatkan jalan paling dekat kepada kebenaran dalam urusanku ini.”
25. Para pemuda Kahfi itu tinggal di gua tiga ratus sembilan tahun.
26. Wahai Muhammad, katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lama pemuda Kahfi tinggal di gua. Hanya Allah lah yang memiliki pengetahuan ghaib tentang langit dan bumi. Sungguh Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar. Pemuda Kahfi itu tidak mempunyai penolong selain Allah. Tidak seorang pun yang menyertai Allah dalam menetapkan takdir-Nya.
27. Wahai Muhammad, bacakanlah kepada manusia ayat-ayat Al-Qur’an yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu. Tidak akan ada siapa pun yang dapat mengganti firman-firman-Nya. Kamu tidak akan memperoleh perlindungan selain dari Allah.
28. Wahai Muhammad, tabahkanlah dirimu bersama orang-orang yang tekun beribadah kepada Allah baik pagi maupun sore hari demi mencari keridhaan-Nya. Jangan alihkan perhatian kamu dari orang-orang yang tekun beribadah, hanya karena kamu menginginkan kesenangan hidup dunia. Janganlah kamu taat kepada orang-orang yang lalai mengingat Allah dan mengikuti hawa nafsunya. Usaha mereka itu pasti sia-sia.
29. Wahai Muhammad, katakanlah: “Al-Qur’an itu datang dari Allah, Tuhan kalian. Siapa saja yang mau mempercayainya, silakan ia beriman; dan siapa saja yang tidak mempercayainya, silakan ia kafir.” Sungguh Kami telah menyediakan siksa neraka bagi orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an. Api neraka selalu mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan, mereka akan diberi minuman yang sangat tidak enak berupa air mendidih yang justru membakar wajah-wajah mereka. Neraka adalah tempat istirahat yang sangat buruk.
30. Sungguh, pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih tidak akan Kami sia-siakan.
31. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih mendapatkan surga ‘Adn. Di bawah surga mengalir sungai-sungai. Surga itu dihiasi bantal-bantal dari emas. Mereka memakai pakaian hijau dari beludru dan sutera. Mereka duduk bersandar di atas kursi-kursi megah. Surga ‘Adn adalah sebaik-baik ganjaran dan tempat tinggal yang sangat nyaman.
32. Wahai Muhammad, sampaikanlah perumpamaan dua orang laki-laki kepada orang-orang kafir. Salah seorang dari dua laki-laki itu Kami karuniai dua kebun anggur. Kebun anggur itu dikelilingi oleh pohon-pohon kurma, dan di tengahnya ada ladang.
33. Kedua kebun itu menghasilkan buah yang tidak pernah berkurang sedikit pun. Di tengah kebun itu Kami pancarkan sebuah mata air yang mengairi parit-parit kebun.
34. Laki-laki itu juga mempunyai harta lain. Ketika ia bincang-bincang dengan sahabatnya, ia berkata: “Aku lebih banyak harta daripada kamu. Aku lebih perkasa daripada kamu, karena aku punya banyak anak.”
35. Laki-laki itu mendatangi kebunnya dengan sikap sombong. Ia berkata: “Aku kira selamanya kebun ini tidak akan rusak.
36. Aku kira kiamat tidak akan terjadi. Kalau kelak aku mati, niscaya aku akan mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik daripada kebunku ini.”
37. Sahabatnya menjawab: “Apakah kamu tidak percaya kepada Tuhanmu yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian menjadikan kamu sebagai seorang manusia yang sempurna?
38. Bagiku, Allah adalah Tuhanku. Aku tidak menyekutukan Tuhanku dengan siapa pun.
39. Alangkah baiknya sekiranya ketika kamu memasuki kebunmu kamu berkata: ‘Maasyaa Allaah, sungguh Allah itu mengagumkan, tidak ada daya dan tidak ada pertolongan kecuali dari Allah.’ Jika kamu melihat hartaku dan anakku lebih sedikit daripada yang kamu miliki,
40. mudah-mudahan Tuhanku kelak di akhirat akan memberikan pahala kepadaku yang lebih baik daripada kebunmu. Allah akan menurunkan adzab ke kebunmu dari langit, sehingga kebunmu menjadi ladang yang gersang,
41. atau mata airnya mengering, sehingga kamu tidak akan sanggup lagi mengairi kebunmu itu.”
42. Buah-buahan di kebunnya disambar petir hingga musnah. Jadilah dia termangu-mangu, karena mengingat biaya yang telah dia keluarkan untuk kebun itu. Dan ternyata di kebunnya hanya tinggal batang-batang pohon yang kering. Laki-laki itu berkata: “Alangkah celakanya diriku. Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku tidak berbuat syirik.”
43. Laki-laki itu tidak mendapati sekelompok orang pun yang dapat membantu menyelamatkan kebunnya dari adzab Allah. Ia hanya bisa pasrah kepada Allah. Tetapi ia tidak akan pernah mendapatkan pertolongan yang diharapkannya itu.
44. Pada hari kiamat, yang dapat memberi pertolongan hanyalah Allah, Tuhan yang hak. Allah adalah sebaik-baik pemberi pahala dan sebaik-baik pemberi hukuman.
45. Wahai Muhammad, terangkan kepada orang-orang kafir perumpamaan kehidupan dunia, yaitu laksana air yang Kami turunkan dari langit, lalu dengan air itu tumbuh-tumbuhan di atas bumi menjadi subur, kemudian tumbuh-tumbuhan berubah menjadi kering karena hembusan angin. Allah adalah Tuhan yang berkuasa menetapkan kadar ukuran segala sesuatu.
46. Harta dan anak hanyalah perhiasan kehidupan dunia. Melakukan amal shalih akan mendapatkan pahala besar di sisi Tuhanmu dan lebih dapat diharapkan kebaikannya.
47. Wahai Muhammad, ingatlah ketika pada hari kiamat Kami terbangkan gunung-gunung dan kamu melihat seluruh permukaan bumi menjadi tandus dan Kami kumpulkan semua manusia. Kami tidak akan berbuat zhalim kepada seorang pun dalam memberi balasan di akhirat.
48. Wahai Muhammad, kemudian semua manusia dihalau ke hadapan Tuhan kamu dengan berbaris. Sungguh kalian dihalau ke hadapan Kami sebagaimana kalian dahulu Kami ciptakan pertama kali. Bahkan kalian mengira bahwa Kami tidak akan menetapkan waktu tertentu untuk mengadili kalian.
49. Catatan-catatan amal setiap manusia diletakkan pada tangan masing-masing. Kemudian kamu melihat orang-orang yang berbuat dosa mengiba-iba meminta pengampunan atas dosa-dosa yang tertulis di catatan itu. Orang-orang yang berdosa berkata: ‘Aduhai celakanya kami, mengapa catatan amalku jadi buruk begini?’ Tidak ada sedikit pun yang tertinggal dalam catatan ini, baik dosa kecil maupun dosa besar. Semuanya tercatat dengan teliti. Semua manusia mendapatkan catatan semua amal yang telah mereka perbuat di dunia. Tuhanmu tidak akan berbuat zhalim sedikit pun kepada manusia dalam mencatat amalnya.
50. Wahai Muhammad, ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat dan jin: “Sujudlah kalian kepada Adam.” Para malaikat itupun semua bersujud. Iblis dari golongan jin, ternyata enggan. Iblis termasuk golongan jin, namun ia mendurhakai perintah Tuhannya. Apakah kalian akan menjadikan iblis dan anak keturunannya sebagai panutan selain Allah, padahal iblis dan anak keturunannya adalah musuh kalian? Sungguh sangat buruk sikap orang-orang kafir yang menukar ketaatan kepada Allah dengan ketaatan kepada iblis.
51. Allah berfirman: “Iblis dan keturunannya tidak pernah Aku jadikan saksi ketika Aku menciptakan langit, bumi dan diri mereka. Aku pun tidak menjadikan golongan yang menyesatkan itu menjadi penolong-Ku.”
52. Pada hari kiamat Allah berfirman kepada orang-orang musyrik: “Panggillah sesembahan-sesembahan kalian yang selama ini kalian anggap sebagai sekutu-Ku.” Kemudian orang-orang musyrik itu memanggil tuhan-tuhan mereka, namun tuhan-tuhan itu tidak menjawabnya. Dalam neraka Kami adzab mereka bersama dengan tuhan-tuhan mereka.
53. Wahai Muhammad, ingatlah ketika orang-orang yang berbuat dosa itu melihat neraka. Mereka yakin akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak mendapatkan seorang pun yang bisa menyelamatkan mereka dari siksa neraka.
54. Sungguh Kami telah menjelaskan dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan kepada manusia. Sesungguhnya manusia itu sangat suka membantah.
55. Ketika Al-Qur’an datang kepada manusia, yang merintangi mereka untuk beriman dan memohon ampunan kepada Tuhan mereka hanyalah karena mereka minta disegerakan turunnya adzab seperti yang terjadi pada kaum yang lalu.
56. Kami mengutus para rasul hanyalah untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman. Akan tetapi, orang-orang kafir senantiasa membantah kebenaran kabar gembira dan ancaman dengan cara-cara penuh manipulasi untuk menghancurkan kebenaran. Orang-orang kafir selalu memperolok-olok ayat-ayat-Ku dan semua peringatan-peringatan-Ku kepada mereka.
57. Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang suka menentang ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan kepada mereka, dan lupa atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan? Karena dosa-dosa mereka, Kami tutup hati dan telinga mereka, sehingga mereka tidak dapat memahami Al-Qur’an. Wahai Muhammad, jika kamu ajak mereka kepada Islam, maka mereka tidak akan mau menerimanya untuk selama-lamanya.
58. Sekiranya Tuhanmu Yang Maha Pengampun dan Pemberi rahmat mau menghukum mereka karena dosa-dosa mereka, niscaya Dia segerakan adzab itu kepada mereka di dunia. Akan tetapi, untuk menurunkan adzab kepada mereka sudah tertentu waktunya. Ketika itu mereka tidak akan mendapatkan penolong selain Allah.
59. Wahai Muhammad, perhatikanlah negeri-negeri yang telah Kami binasakan penduduknya karena mereka mendustakan ajaran Rasul Allah. Kami telah menetapkan waktu untuk membinasakan mereka.
60. Ingatlah ketika Musa berkata kepada pelayannya: “Aku akan terus berjalan sampai ke muara sungai, atau aku menempuh jalan yang jauh beberapa lama.”
61. Tatkala Musa dan pelayannya sampai ke muara sungai itu, ternyata ikan sebagai bekal makannya tertinggal karena lupa. Ikan itu masuk kembali ke laut.
62. Tatkala Musa dan pelayannya telah melewati muara sungai, Musa berkata kepada pelayannya: “Bawalah kemari makanan kita. Sesungguhnya kita telah merasakan letih dalam perjalanan ini.”
63. Pelayan itu berkata: “Apa pendapatmu, setelah kita sampai ke padang pasir ini, ternyata aku lupa membawa ikan itu, karena setan telah membuatku lupa sehingga aku tidak ingat. Mungkin ikan itu sudah kembali ke laut?”
64. Musa berkata: “Yang demikian tidak pernah kita harapkan.” Keduanya pun kembali menelusuri jejaknya dengan teliti,
65. lalu keduanya mendapati salah seorang hamba Kami yang telah Kami karuniai rahmat dan Kami ajarkan kepadanya kecakapan tanpa belajar.
66. Musa berkata kepada hamba yang shalih itu: “Maukah kamu menerima aku menjadi muridmu agar kamu dapat mengajarkan kepadaku kebenaran yang telah Allah ajarkan kepadamu?”
67. Hamba yang shalih itu menjawab: “Sungguh kamu tidak akan mampu bersabar bersamaku.
68. Bagaimana kamu akan dapat bersabar, padahal kamu sama sekali belum mempunyai pengalaman.”
69. Musa berkata: “Insya Allah, kamu akan mendapati diriku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menyalahi perintahmu.”
70. Hamba yang shalih itu berkata: “Jika kamu mengikuti aku, janganlah kamu bertanya apa pun sampai aku berikan penjelasan kepadamu sejelas-jelasnya.”
71. Musa dan hamba yang shalih itu pergi. Ketika keduanya menaiki sebuah perahu, hamba yang shalih itu melubangi perahu itu. Musa bertanya: “Mengapa kamu lubangi perahu ini, sehingga para penumpangnya akan tenggelam? Sungguh kamu telah melakukan sesuatu yang tercela.”
72. Hamba yang shalih itu berkata: “Bukankah sudah aku katakan kepadamu, bahwa kamu tidak akan sanggup bersabar mengikuti aku?”
73. Musa berkata: “Aku lupa dengan janjiku. Karena itu kamu jangan hukum aku dan jangan pula membuat urusanku menjadi sulit.”
74. Musa dan hamba yang shalih itu pun pergi meneruskan perjalanan. Ketika keduanya bertemu dengan seorang anak laki-laki, hamba yang shalih itu membunuhnya. Musa pun bertanya: “Apakah engkau membunuh seorang anak manusia yang masih bersih padahal anak itu tidak berbuat salah? Sungguh kamu telah melakukan suatu perbuatan yang tidak dapat diterima akal.”
75. Hamba yang shalih itu berkata: “Bukankah aku telah berkata kepadamu bahwa kamu tidak akan sanggup bersabar bersamaku?”
76. Musa berkata: “Setelah ini, jika aku bertanya lagi, kamu tidak perlu menemani aku lagi. Kamu telah cukup memberikan maaf kepadaku.”
77. Musa dan hamba yang shalih pun pergi lagi. Ketika keduanya sampai di sebuah negeri, keduanya meminta makan kepada penduduk negeri itu. Akan tetapi, penduduk negeri itu enggan untuk menjamu. Keduanya melihat pagar halaman sebuah rumah di negeri itu yang miring hampir roboh. Hamba yang shalih pun menegakkan kembali pagar itu. Musa berkata: “Kalau kamu mau, kamu dapat meminta upah atas pekerjaan ini.”
78. Hamba yang shalih itu berkata: “Inilah saatnya aku dan kamu berpisah. Aku akan menjelaskan kepadamu makna tindakan-tindakan yang kamu tidak sanggup bersabar untuk menanti penjelasannya.
79. Tentang kasus perahu, perahu itu milik orang-orang miskin yang mereka pakai bekerja di laut. Aku ingin menjadikan perahu itu cacat, karena di negeri mereka ada seorang raja yang suka merampas setiap perahu yang baik.
80. Tentang kasus anak laki-laki kecil itu, ibu bapaknya adalah orang mukmin. Kami sangat khawatir ibu bapaknya akan menjadi orang yang durhaka dan kafir kepada Allah karena mengikuti kemauan anaknya yang durhaka kepada Allah.
81. Oleh karena itu, kami ingin Allah menggantikannya dengan anak lain yang shalih untuk ibu bapaknya, dan yang lebih memiliki kasih sayang kepada keduanya.
82. Tentang kasus pagar halaman sebuah rumah, rumah itu adalah milik dua anak laki-laki yatim di negeri itu. Di bawah pagar rumah itu ada harta simpanan berharga milik kedua anak itu. Dahulu ibu bapaknya adalah orang-orang shalih. Tuhanmu ingin agar kedua anak itu mencapai umur dewasa, dan keduanya dapat mengeluarkan harta simpanan berharga itu sebagai karunia dari Tuhanmu. Aku melakukan semua itu bukan karena kemauanku sendiri. Begitulah penjelasan dari kejadian-kejadian yang ternyata kamu tidak sanggup bersabar untuk menanti penjelasannya.
83. Wahai Muhammad, kaum musyrik Makkah bertanya kepadamu tentang Dzulqarnain. Katakanlah: “Aku akan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada kalian tentang kisah Dzulqarnain.”
84. Sungguh Dzulqarnain Kami jadikan penguasa di muka bumi dan Kami telah memberikan segala macam sarana kepadanya,
85. lalu Dzulqarnain memakai sarana-sarana itu.
86. Ketika Dzulqarnain memasuki negeri di sebelah barat ia menemukan mata air di tanah yang hitam. Di negeri itu Dzulqarnain menemukan suatu kaum. Lalu Allah berfirman: “Wahai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa penduduk negeri itu, atau kamu berbuat baik kepada mereka.”
87. Dzulqarnain berkata: “Orang yang berbuat zhalim akan kami hukum, kemudian di akhirat terserah kepada Allah. Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang sangat pedih.
88. Adapun orang yang beriman dan beramal shalih, ia akan mendapatkan pahala yang baik. Kami akan memperlakukannya dengan perlakuan yang menyenangkan.”
89. Kemudian Dzulqarnain melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat lain.
90. Ketika Dzulqarnain memasuki negeri di sebelah timur, di negeri itu ia mendapati suatu kaum yang tinggal di padang pasir yang sangat luas.
91. Demikianlah, Kami Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh Dzulqarnain.
92. Kemudian Dzulqarnain meneruskan perjalanannya.
93. Ketika Dzulqarnain sampai di daerah yang terletak antara dua bukit, di tempat itu ia mendapati suatu kaum yang bahasa mereka hampir-hampir tidak dimengerti oleh Dzulqarnain.
94. Kaum itu berkata kepada Dzulqarnain: “Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj telah berbuat kerusakan di negeri ini. Apakah kalau kamu membuatkan tembok pembatas antara kami dengan Ya’juj dan Ma’juj, kami perlu memberikan upah kepadamu?
95. Dzulqarnain berkata: “Apa yang Tuhanku telah karuniakan kepadaku jauh lebih baik. Oleh karena itu, kalian harus menolong aku dengan kekuatan yang ada pada kalian. Aku akan membuatkan benteng perlindungan yang menghalangi Ya’juj dan Ma’juj masuk ke negeri kalian.
96. Bawalah kepadaku potongan-potongan besi.” Tatkala Dzulqarnain memasang potongan-potongan besi itu setinggi bukit, ia berkata: “Nyalakanlah api tungkunya. Letakkanlah potongan-potongan besi lain di atas tungku itu.” Tatkala besi-besi itu telah meleleh, ia berkata: “Bawalah lelehan besi itu kepadaku agar dengan lelehan besi itu aku dapat merekatkan pagar besi ini.”
97. Dengan demikian, musuh mereka, Ya’juj dan Ma’juj tidak sanggup mendaki benteng itu, dan mereka tidak pula sanggup menembusnya.
98. Dzulqarnain berkata: “Benteng perlindungan ini adalah rahmat dari Tuhanku. Oleh karena itu, jika kiamat yang dijanjikan Tuhanku datang, bumi ini akan hancur berkeping-keping. Janji Tuhanku itu pasti benar.”
99. Ketika menjelang hari kiamat kelak, sebagian manusia yang Kami biarkan tinggal dalam benteng diterobos oleh Ya’juj dan Ma’juj dari luar benteng, lalu mereka berbaur. Ketika terompet tanda hari kiamat ditiup, Kami kumpulkan semua manusia menjadi satu untuk menghadapi perhitungan amal.
100. Pada hari kiamat Kami perlihatkan neraka Jahanam dengan jelas kepada orang-orang kafir,
101. yaitu orang-orang yang menutup mata hati mereka untuk memahami tanda-tanda kekuasaan-Ku dan tidak mau mendengarkan kebenaran hujah Rasul-Ku.
102. Karena itu, apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka dapat menjadikan hamba-hamba-Ku sebagai pelindung selain Aku. Sesungguhnya telah Kami siapkan neraka Jahanam untuk tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
103. Wahai Muhammad, katakanlah: “Apakah Kami belum menjelaskan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi usahanya?”
104. Orang-orang yang paling rugi usahanya adalah orang-orang yang selama hidup di dunia melakukan perbuatan sesat, tetapi mereka mengira bahwa yang dia lakukan itu perbuatan benar.
105. Mereka itu adalah orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Tuhan mereka, dan tidak meyakini hari pertemuan mereka dengan Tuhan mereka. Oleh karena itu, sia-sialah semua amal mereka, dan pada hari kiamat kelak Kami tidak akan menyelamatkan mereka dari adzab.
106. Neraka Jahanamlah balasan bagi orang-orang kafir karena kekafiran mereka, dan mereka telah menjadikan ayat-ayat-Ku serta para rasul-Ku sebagai sasaran ejekan.
107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, tempat tinggal mereka kelak adalah surga-surga Firdaus.
108. Mereka kekal di dalamnya. Mereka tidak lagi ingin keluar dari surga-surga itu.
109. Wahai Muhammad, katakanlah: “Sekiranya laut menjadi tinta untuk menuliskan ayat-ayat Tuhanku, niscaya air laut itu habis sebelum semua ayat-ayat-Ku tertulis, sekalipun Kami tambahkan tinta sebanyak itu lagi.”
110. Wahai Muhammad, katakanlah: “Aku hanyalah seorang manusia seperti kalian. Aku diberi wahyu. Sesungguhnya Tuhan kalian hanyalah Tuhan yang Mahaesa. Siapa saja yang mengharapkan kegembiraan bertemu dengan Tuhannya, hendaklah dia beramal shalih dan tidak menyekutukan Tuhannya dengan siapa pun dalam beribadah kepada-Nya.”

source

Leave a Reply

Close Menu