Uncategorized

Tadabbur Surah Al Jumu’ah – Abdul Rahman Al Ossi

Surah Al-Jumu’ah (bahasa Arab:الجمعة) adalah surah ke-62 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Jumu’ah yang bukan berarti hari jum’at, akan tetapi secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu’ah (Jama`) yang terdapat pada ayat ke-9 surat ini. Al-Jumu’ah tidak menjelaskan secara langsung dalam bahwa suatu hari ibadah bagi kaum laki-laki diadakan di setiap pekan, meski banyak penafsiran aliran islam yang menerapkan ibadah semacam ini.

1. Semua yang di langit dan di bumi selalu tunduk kepada ketetapan Allah. Allah adalah Tuhan yang Mahakuasa, Mahasuci, Mahaperkasa, dan Mahabijaksana.
2. Allah lah yang telah mengutus seorang rasul dari kalangan kaum Quraisy sendiri, bangsa yang ummi. Rasul itu membacakan Al-Qur’an kepada mereka dan membersihkan jiwa mereka serta mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah kepada mereka. Padahal sebelum itu kaum Quraisy benar-benar sangat sesat.
3. Rasul itu diutus pula kepada bangsa-bangsa lain yang sekarang belum beriman. Kemudian bangsa-bangsa lain itu akan menyusul masuk Islam. Allah adalah Tuhan yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
4. Itu semua adalah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah memiliki karunia yang besar.
5. Perumpamaan kaum Bani Israil yang diberi kitab Taurat tetapi tidak menjalankannya, adalah seperti halnya keledai yang memikul kertas-kertas di atas punggungnya. Sungguh amat jelek perumpamaan kaum yang mendustakan kitab Allah. Allah tidak akan memberikan hidayah kepada kaum kafir.
6. Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum Yahudi: “Wahai orang-orang Yahudi, jika kalian beranggapan bahwa kalianlah kekasih-kekasih Allah, sedang bangsa-bangsa lain bukan kekasih-Nya, maka hendaklah kalian meminta mati, jika kalian memang orang-orang yang benar pengakuannya.”
7. Ternyata selamanya mereka tidak mau meminta mati. Sebab kaum Yahudi telah banyak melakukan dosa. Allah Maha Mengetahui orang-orang yang kafir.
8. Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum Yahudi: “Sungguh kematian yang selalu kalian hindari itu pasti mengejar kalian. Kalian akan dikembalikan kepada Allah, Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Kemudian kelak di hari kiamat, Allah akan menjelaskan kepada kalian apa saja yang telah kalian lakukan di dunia.”
9. Wahai orang-orang beriman, bila kalian dipanggil untuk shalat Jum’at, maka bersegeralah mendatangi tempat shalat dan tinggalkanlah perdagangan. Demikian itu lebih baik bagi kalian, jika kalian benar-benar menyadari besarnya pahala surga.
10. Wahai orang-orang beriman, bila shalat Jum’ah telah selesai dilaksanakan, maka berpencarlah kalian di muka bumi. Carilah rezeki dari sebagian karunia Allah. Perbanyaklah kalian mengingat Allah supaya kalian mendapatkan keberuntungan di dunia dan di akhirat.
11. Wahai Muhammad, ketika sebagian orang yang sedang melaksanakan shalat Jum’ah melihat permainan atau perdagangan, mereka pergi ke tempat itu dan meninggalkan kamu sedang berdiri menyampaikan khutbah. Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum muslim: “Pahala surga yang ada di sisi Allah lebih baik daripada kesenangan dunia dan perdagangan itu. Allah adalah Tuhan yang paling baik dalam memberikan rezeki kepada hamba-Nya.”

source

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close