Tadabbur Surah Al-Hujuraat – Samir Al-Bashiri

Surah Al-Hujuraat (bahasa Arab : سورة الحجرات ) adalah surah ke-49 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong surah madaniyah, terdiri atas 18 ayat. Dinamakan Al-Hujurat yang berarti Kamar-Kamar diambil dari perkataan Al-Hujurat yang terdapat pada ayat ke-4 surat ini.

1. Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menyalahi Allah dan Rasul-Nya dalam memutuskan perkara. Taatlah kepada Allah. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
2. Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengeraskan suara kalian melebihi suara Nabi. Janganlah kalian mengeraskan suara kepada Nabi seperti kalian mengeraskan suara sesama kalian. Karena perbuatan kalian semacam itu kepada Nabi menjadikan amal kebaikan kalian sia-sia, tanpa kalian sadari.
3. Orang-orang yang merendahkan suara mereka di sisi Rasul Allah adalah orang-orang yang Allah bersihkan hati mereka karena membatalkan keinginannya untuk berbuat dosa demi ketaatannya kepada Allah. Mereka akan mendapatkan pengampunan dan pahala yang besar.
4. Wahai Muhammad, orang-orang yang memanggilmu dari luar kamar-kamar tidurmu, sebagian besar mereka tidaklah menggunakan akalnya.
5. Sekiranya orang-orang itu mau bersabar sampai kamu keluar menemui mereka, niscaya hal itu lebih baik bagi mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
6. Wahai orang-orang beriman, jika seorang datang kepada kalian membawa berita yang patut diragukan kebenarannya, maka selidikilah berita itu dengan seksama. Agar kalian tidak melakukan tindakan kebodohan terhadap suatu kaum, sehingga kalian menyesali atas apa yang kalian lakukan itu.
7. Wahai orang-orang mukmin, ketahuilah bahwa di tengah kalian ada Rasul Allah. Sekiranya Rasul Allah mengikuti kemauan kalian dalam banyak hal, niscaya kalian akan menjadi susah. Akan tetapi, Allah menjadikan hati kalian mencintai iman dan menanamkan dalam hati kalian rasa rindu kepada surga. Allah menjadikan kalian benci pada kekafiran, kedurhakaan, dan perbuatan dosa. Orang-orang mukmin itu adalah orang-orang yang benar perbuatannya,
8. berkat rahmat dari Allah dan karunia-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
9. Jika dua golongan orang mukmin saling membunuh, maka hendaklah kalian damaikan mereka. Jika salah satunya berbuat zhalim kepada yang lain, maka perangilah yang berbuat zhalim itu, sampai mereka kembali kepada syari’at Allah. Jika mereka mau kembali kepada syari’at Allah, maka damaikanlah mereka dengan adil. Wahai orang-orang mukmin, berlakulah adil. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
10. Hanya orang-orang mukminlah yang bersaudara. Wahai orang-orang mukmin, hendaklah kalian damaikan saudara-saudara kalian yang berselisih. Taatlah kepada Allah. Mudah-mudahan kalian diberi rahmat.
11. Wahai orang-orang mukmin, janganlah suatu kaum merendahkan kaum lainnya. Barangkali kaum yang direndahkan itu lebih baik dari yang merendahkan. Janganlah seorang perempuan merendahkan perempuan lainnya. Barangkali perempuan yang direndahkan itu lebih baik dari perempuan yang merendahkan. Janganlah kalian mencela sesama mukmin secara sembunyi-sembunyi. Janganlah pula kalian menggunakan kata-kata panggilan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan kepada orang yang telah beriman adalah kata-kata panggilan jahiliyah. Siapa saja yang tidak mau bertaubat dari dosanya, mereka itu adalah orang-orang zhalim.
12. Wahai orang-orang beriman, jauhilah oleh kalian sebagian besar dari rasa curiga kepada sesama mukmin. Karena curiga kepada sesama mukmin itu dosa. Janganlah kalian memata-matai sesama mukmin. Janganlah kalian menggunjing satu sama lain. Patutkah seorang di antara kalian dengan senang hati memakan daging bangkai saudaranya? Tentu kalian benci hal itu. Taatlah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
13. Wahai manusia, sungguh Kami ciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling memahami. Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bersih dari kesyirikan. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Mahaluas ilmu-Nya.
14. Orang-orang Arab Badui berkata kepada Rasul Allah: “Kami telah beriman.” Wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka: “Kalian belum beriman. Kalian sepatutnya berkata, ‘Kami telah Islam.’ Sebab hati kalian belum benar-benar beriman. Jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah tidak akan mengurangi pahala amal shalih kalian sedikit pun. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.”
15. Orang-orang mukmin yang sebenarnya yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian tidak lagi ada keraguan dalam hatinya tentang keimanannya. Kemudian mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka untuk membela Islam. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman.
16. Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang Arab Badui: “Apakah kalian akan mengajarkan agama kalian kepada Allah? Padahal Allah mengetahui semua yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui apa saja.”
17. Wahai Muhammad, orang-orang Arab Badui merasa berjasa kepada kamu jika mereka masuk Islam. Wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka: “Janganlah kalian meminta balas jasa kepadaku jika kalian masuk Islam. Akan tetapi, Allah yang akan memberikan karunia-Nya kepada kalian. Allah memberi hidayah keimanan kepada kalian, jika kalian benar-benar beriman.”
18. Sungguh Allah mengetahui semua yang ghaib di langit dan di bumi. Sungguh Allah Maha Mengetahui semua perbuatan kalian sampai sekecil-kecilnya.

source

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close