Video
Surah Al Muthaffifiin – Mansour Mohieddine

AL-MUTHAFFIFIIN
Penimbang yang curang
Makkiyyah
Surat ke-83: 36 ayat
| 1. | Amat celaka orang-orang yang curang dalam menimbang, |
| 2. | yaitu orang-orang yang ketika menakar milik orang lain untuk dirinya, mereka minta disempurnakan. |
| 3. | Akan tetapi ketika mereka menakar atau menimbang barangnya untuk orang lain, mereka menakar atau menimbang dengan curang. |
| 4. | Apakah orang-orang yang curang itu tidak menyangka bahwa kelak mereka akan dihidupkan kembali |
| 5. | pada hari kiamat yang dahsyat? |
| 6. | Hari kiamat adalah saat semua manusia berdiri berbaris di hadapan Tuhan yang menguasai seluruh alam. |
| 7. | Sungguh benar bahwa catatan amal orang-orang yang berdosa tersimpan dalam Sijjin. |
| 8. | Wahai Muhammad, apakah kamu tahu tentang Sijjin? |
| 9. | Sijjin adalah buku catatan amal yang terkunci rapi dengan bernomor di Lauhil Mahfuzh. |
| 10. | Pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan adanya akhirat, |
| 11. | yaitu orang-orang yang mendustakan adanya hari pembalasan amal di akhirat. |
| 12. | Tiada yang mendustakan hari pembalasan amal itu, kecuali orang yang durhaka kepada Allah. |
| 13. | Wahai Muhammad, ingatlah ketika Al-Qur’an dibacakan kepada orang kafir. Orang kafir itu berkata: “Al-Qur’an adalah dongengan-dongengan masa lalu.” |
| 14. | Tidak benar perkataan itu. Bahkan hati orang-orang kafir telah tertutup oleh dosa yang mereka kerjakan. |
| 15. | Tidak benar perkataan itu, pada hari pembalasan, orang-orang kafir tidak dapat melihat Tuhan mereka. |
| 16. | Orang-orang kafir itu benar-benar akan masuk ke dalam neraka Jahim. |
| 17. | Para malaikat berkata kepada mereka: “Inilah siksa yang di dunia dahulu kalian dustakan.” |
| 18. | Catatan amal orang-orang shalih benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyin. |
| 19. | Wahai Muhammad, apakah kamu tahu tentang ‘Illiyyin? |
| 20. | ‘Illiyyin adalah buku catatan amal yang terkunci rapi dengan bernomor di Lauhil Mahfuzh, |
| 21. | yang dijaga oleh para malaikat yang dekat dengan Allah. |
| 22. | Orang-orang shalih pasti masuk ke dalam surga Na’im. |
| 23. | Penghuni surga Na’im duduk di atas sofa-sofa seraya melihat-lihat pemandangan sekelilingnya. |
| 24. | Wahai Muhammad, engkau melihat pada wajah mereka tampak cahaya cerah penuh kesenangan. |
| 25. | Mereka diberi minuman khamr yang tidak memabukkan yang tempatnya masih tertutup. |
| 26. | Gelasnya ditutup dengan minyak wangi misik. Untuk nikmat surga yang demikian itulah seharusnya manusia berlomba-lomba untuk mendapatkannya. |
| 27. | Campuran minuman surga dari tasnim, |
| 28. | yaitu mata air yang menjadi minuman para malaikat. |
| 29. | Orang-orang kafir di dunia dahulu telah menertawakan orang-orang mukmin. |
| 30. | Ketika orang-orang kafir lewat di hadapan orang-orang mukmin, mereka selalu mencemooh orang-orang mukmin. |
| 31. | Ketika kaum kafir berkumpul kembali sesama mereka, mereka kembali mencemooh orang-orang mukmin dalam senda-gurau mereka. |
| 32. | Ketika kaum kafir melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sungguh kaum mukmin ini adalah orang-orang yang sesat.” |
| 33. | Orang-orang kafir ini tidaklah diutus untuk menilai orang-orang mukmin. |
| 34. | Pada hari kiamat ini orang-orang mukmin menertawakan orang-orang kafir. |
| 35. | Di surga, orang-orang mukmin melihat pemandangan surga dari atas sofa-sofa mereka. |
| 36. | Kaum mukmin bertanya: “Apakah orang-orang kafir itu sekarang diberi hukuman atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan di dunia dahulu?” |





