Tadabbur Surah At Tahrim – Mishari Rasyid Al-Afasy

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat. Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

1. Wahai Nabi, mengapa kamu mengharamkan sesuatu yang Allah halalkan bagi kamu, karena kamu ingin mencari keridhaan istri-istri kamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya.
2. Wahai manusia, Allah telah menurunkan syari’at kepada kalian perihal penebusan sumpah-sumpah kalian yang tidak benar. Allah adalah Tuhan yang melindungi kalian. Allah adalah Tuhan yang Mahatahu lagi Mahabijaksana dalam menetapkan syari’at.
3. Ingatlah ketika Nabi berbicara secara rahasia dengan sebagian istrinya. Ketika salah seorang istrinya membocorkan rahasia itu, Allah memberitakan pembocoran rahasia itu kepada Nabi-Nya, maka Nabi mengakui sebagiannya dan menolak sebagian lainnya. Ketika Nabi mengetahui semua pembicaraan rahasia itu tersebar, Nabi menanyakan hal itu kepada salah seorang istrinya. Istrinya itu bertanya: “Wahai Nabi, siapakah yang memberitahukan kepadamu?” Nabi menjawab: “Tuhan yang Maha Mengetahui lagi Maha Pemberi kabar yang memberitahukan kepadaku.”
4. Wahai kedua istri Nabi, jika kamu berdua mau bertaubat kepada Allah, maka hati kamu berdua akan bersih. Akan tetapi, jika kamu saling membantu dalam kebohongan, maka sungguh Allah akan melindungi Nabi-Nya. Selain Allah, Jibril dan orang-orang mukmin yang shalih serta para malaikat juga akan menjadi pelindung bagi Nabi.
5. Wahai istri-istri Nabi, jika Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Tuhannya memberikan ganti kepadanya perempuan-perempuan muslimat, mukminat, patuh, bertaubat, tekun beribadah, dan senantiasa menjaga dirinya, janda ataupun perawan, untuk menjadi istri-istri Nabi yang lebih baik dari kalian.
6. Wahai orang-orang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari siksa neraka. Neraka itu bahan bakarnya adalah manusia dan berhala-berhala. Malaikat yang kekar lagi kasar menjaga neraka. Para malaikat tidak pernah menyalahi perintah yang Allah berikan kepada mereka. Para malaikat senantiasa melaksanakan perintah-Nya.
7. Wahai orang-orang kafir, pada hari kiamat ini kalian jangan mengemukakan banyak alasan. Kalian hanya akan dibalas sesuai dengan perbuatan yang telah kalian lakukan di dunia dahulu.
8. Wahai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Tuhan kalian menghapuskan dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga. Di bawah surga mengalir sungai-sungai. Pada hari kiamat, Allah tiada menghinakan nabi-Nya dan orang-orang mukmin yang mengikutinya. Cahaya mereka memancar di depan mereka dan di sebelah kanan mereka. Orang-orang mukmin berkata: “Wahai Tuhan kami, nyalakanlah terus menerus cahaya kami bagi kami hingga kami masuk surga dan ampunilah kami. Sungguh Engkau Mahakuasa berbuat apa saja.”
9. Wahai Nabi, berjuanglah kamu melawan orang-orang kafir yang melanggar perjanjian damai dengan senjata, dan melawan orang-orang munafik dengan hujah dan ancaman. Lakukanlah tindakan keras kepada kaum kafir dan munafik. Tempat tinggal kaum kafir dan munafik kelak adalah neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal.
10. Allah menjadikan kisah istri Nuh dan istri Luth sebagai pelajaran bagi orang-orang kafir. Kedua perempuan itu berada di bawah kekuasaan dua hamba Kami yang shalih. Namun kedua perempuan itu berbeda agama dengan suaminya. Karena itu tidak berguna sedikit pun pertolongan kedua nabi itu kepada istrinya untuk menyelamatkan mereka dari adzab Allah. Para malaikat berkata kepada kedua istri nabi itu: “Masuklah kamu berdua ke dalam neraka bersama penghuni neraka yang lain.”
11. Allah menjadikan istri Fir’aun sebagai pelajaran bagi orang-orang mukmin. Ketika istri Fir’aun disiksa oleh Fir’aun, ia berdo’a: “Wahai Tuhanku, bangunkanlah di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga untukku. Selamatkanlah aku dari kekafiran Fir’aun dan semua tindakannya. Selamatkanlah aku dari kaum yang kafir.”
12. Maryam putri ‘Imran adalah perawan yang selalu menjaga kesucian dirinya. Lalu Kami tiupkan sebagian dari ruh Kami ke dalam rahimnya. Maryam mempercayai adanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya dan kitab-kitab Allah. Maryam sejak dahulu termasuk orang-orang yang taat kepada Allah.

source

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close