Uncategorized

Tadabbur Surah An-Naazi’aat – Hani Ar-Rifa’i



Surah An-Naazi’aat
(bahasa Arab:النّازعات) adalah surah ke-79 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 46 ayat. Dinamakan An Naazi’aat yang berarti Malaikat-malaikat yang mencabut berasal dari kata An Naazi’aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai pula as Saahirah yang diambil dari ayat 14, dinamai juga Ath Thaammah diambil dari ayat 34.

1. Demi para malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan kasar.
2. Demi para malaikat yang mencabut nyawa kaum mukmin dengan lemah lembut.
3. Demi para malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugasnya.
4. Demi para malaikat yang berlomba membawa nyawa kaum mukmin ke surga dan nyawa kaum kafir ke neraka dengan penuh semangat.
5. Demi para malaikat yang mengurus semua makhluk.
6. Pada hari kiamat, tiupan pertama sangkakala akan mengguncangkan seluruh alam.
7. Kemudian diiringi tiupan kedua untuk membangkitkan manusia dari kuburnya.
8. Pada hari kiamat itu, hati setiap orang kafir panik penuh ketakutan.
9. Pandangan semua manusia menunduk.
10. Kaum kafir berkata: “Apakah kami benar-benar akan dihidupkan kembali seperti semula,
11. setelah kami menjadi tulang-belulang yang hancur?”
12. Kaum kafir berkata: “Hidup kembali sesudah mati adalah hidup yang sengsara.”
13. Hari kiamat terjadi ketika sangkakala ditiup satu kali.
14. Lalu tiba-tiba semua manusia telah berada di alam Mahsyar.
15. Wahai Muhammad, apakah telah sampai kepadamu kisah tentang Musa?
16. Ketika Tuhannya memanggil Musa di lembah suci, Thuwa.
17. Perintah Allah kepada Musa: “Wahai Musa, pergilah engkau kepada Fir’aun, karena dia telah berlaku durjana.
18. Katakanlah kepada Fir’aun: ‘Maukah engkau menjadi orang yang mengimani keesaan Allah?
19. Aku akan menunjukkan kepada engkau jalan Tuhanmu supaya engkau takut kepada-Nya.'”
20. Musa lalu memperlihatkan mukjizat yang hebat kepada Fir’aun.
21. Akan tetapi Fir’aun mendustakan dan mengingkari kenabian Musa.
22. Kemudian Fir’aun bergegas meninggalkan Musa seraya menentangnya.
23. Lalu Fir’aun mengumpulkan kaumnya, kemudian berseru:
24. “Akulah Tuhan kalian yang tertinggi.”
25. Karena ucapan Fir’aun itu, Allah mengadzab dia di dunia dan di akhirat.
26. Kebinasaan Fir’aun itu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada Allah.
27. Wahai manusia, apakah kalian merupakan makhluk yang paling kuat? Ataukah langit yang dibangun oleh Allah?
28. Allah yang mengangkat atap langit tinggi-tinggi, lalu menyempurnakan bangunan langit itu.
29. Allah menjadikan malam gelap dan menjadikan siang terang benderang.
30. Kemudian Allah menghamparkan bumi.
31. Allah memancarkan air dari dalam bumi dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.
32. Allah memancangkan gunung-gunung di muka bumi.
33. Wahai manusia, semua itu sebagai bekal hidup bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian.
34. Ketika hari kiamat tiba, terjadi kepanikan yang hebat.
35. Saat itu manusia ingat akan semua perbuatan yang telah dilakukannya.
36. Neraka Jahim diperlihatkan kepada orang-orang yang akan memasukinya.
37. Adapun orang-orang yang congkak lagi kafir kepada Allah
38. memilih kesenangan hidup di dunia daripada pahala akhirat.
39. Karena itu tempat tinggal terakhir bagi mereka adalah neraka Jahim.
40. Adapun orang-orang yang takut akan adzab Tuhannya dan menjauhi semua yang diharamkan,
41. surgalah tempat tinggal mereka terakhir.
42. Wahai Muhammad, kaum kafir Quraisy bertanya kepadamu: “Kapan hari kiamat itu datang?”
43. Katakanlah bahwa hari kiamat itu bukan urusan kamu untuk menerangkannya kepada mereka.
44. Hari kiamat adalah urusan Tuhanmu semata-mata.
45. Engkau hanyalah orang yang menyampaikan peringatan kepada siapa saja yang takut akan dahsyatnya hari kiamat.
46. Pada hari kiamat, kaum kafir merasakan seolah-olah mereka tinggal di dunia hanya sebentar pada sore atau pagi hari saja.

source

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close