Uncategorized

Tadabbur Surah Al-Munafiqun – Nasser Al Qatami

Surah Al-Munafiqun (bahasa Arab:المنافقون) adalah surah ke-63 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Munaafiqun yang berarti Orang-orang yang munafik karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafik.

1. Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Wahai Muhammad, kami bersaksi bahwa kamu benar-benar utusan Allah.” Allah mengetahui bahwa kamu adalah rasul-Nya. Wahai Muhammad, Allah senantiasa mengetahui kebohongan orang-orang munafik yang mengaku mengimani kerasulanmu.
2. Orang-orang munafik itu telah menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai tipuan. Mereka menyesatkan manusia dari agama Allah. Sungguh mereka itu adalah orang yang melakukan perbuatan amat buruk.
3. Perbuatan orang-orang munafik itu amat buruk, karena mereka semula beriman kemudian kafir. Karena itu hati mereka dikunci mati, sehingga tidak dapat memahami agama Allah.
4. Wahai Muhammad, bila kamu melihat tubuh-tubuh orang-orang munafik, kamu tertarik. Jika mereka berkata, perkataan mereka mempesona kamu. Orang-orang munafik itu penampilannya bagus, tetapi otaknya kosong. Mereka tidak dapat mendengar dan tidak dapat berpikir. Mereka mengira setiap ada suara keras yang mereka dengar, mereka anggap sebagai penghinaan kepada mereka. Mereka adalah musuh Allah. Wahai Muhammad, karena itu berhati-hatilah kepada mereka. Allah pasti melaknat orang-orang munafik di mana pun mereka berada.
5. Apabila orang-orang munafik diseru: “Marilah kalian bertaubat agar Rasul Allah dapat memohonkan ampun untuk kalian,” mereka pergi menjauh. Wahai Muhammad, kamu melihat mereka meninggalkan kamu dengan sikap congkak.
6. Wahai Muhammad, tidak ada gunanya bagi orang-orang munafik, apakah kamu mintakan ampun untuk mereka atau tidak, Allah tidak akan pernah mengampuni mereka. Sungguh Allah tidak akan memberi hidayah kepada kaum yang bersikap munafik.
7. Orang-orang munafik berkata kepada kaum Anshar: “Janganlah kalian memberikan derma kepada para sahabat Rasul Allah sampai mereka meninggalkan agamanya.” Milik Allah lah seluruh kekayaan di langit dan di bumi. Tetapi orang-orang munafik tidak dapat memahami luasnya rezeki Allah.
8. Orang-orang munafik berkata kepada kaum mukmin: “Jika kita kembali ke Madinah, niscaya tokoh-tokoh yang terhormat di Madinah akan mengusir kaum Muhajirin yang hina itu.” Kehormatan itu milik Allah, milik Rasul-Nya, dan milik orang-orang mukmin. Akan tetapi orang-orang munafik itu tidak pernah memahami kehormatan yang hakiki.
9. Wahai orang-orang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian menyibukkan kalian sehingga kalian lupa melaksanakan kewajiban kalian kepada Allah. Siapa saja yang sibuk dengan urusan dunianya, mereka itu adalah orang-orang yang pasti mendapat kerugian di akhirat.
10. Wahai orang-orang beriman, dermakanlah sebagian harta yang Kami karuniakan kepada kalian sebelum maut datang kepada salah seorang di antara kalian. Ketika itu dia berkata: “Wahai Tuhanku, sekiranya kematianku ini Engkau tunda sebentar saja, pasti aku akan dermakan hartaku, dan aku akan termasuk golongan orang-orang shalih.”
11. Allah tidak akan menunda kematian seseorang apabila telah tiba ajalnya. Allah Maha Mengetahui semua yang kalian lakukan.

source

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close